{"id":11848,"date":"2026-06-29T08:30:43","date_gmt":"2026-06-29T08:30:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/?post_type=posts&#038;p=11848"},"modified":"2026-06-29T08:31:16","modified_gmt":"2026-06-29T08:31:16","slug":"overhead-crane-rail-installation-tolerances","status":"publish","type":"posts","link":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/posts\/overhead-crane-rail-installation-tolerances\/","title":{"rendered":"Toleransi Pemasangan Rel Derek Atas \u2014 10 Pemeriksaan Penerimaan Berdasarkan ISO 12488-1:2012"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><p>Daftar isi<\/p><nav><ul><li><a href=\"#which-standard-applies-to-overhead-crane-rail-installation-tolerances\">Standar Mana yang Berlaku untuk Toleransi Pemasangan Rel Derek Atas?<\/a><\/li><li><a href=\"#overhead-crane-rail-installation-tolerances-grade-determination\">Penentuan Tingkat Toleransi Pemasangan Rel Derek Atas<\/a><\/li><li><a href=\"#the-10-tolerance-checks-grade-2\">10 Pemeriksaan Toleransi (Kelas 2)<\/a><ul><li><a href=\"#check-1-span-tolerance-\u03b4s\">Periksa 1 \u2014 Toleransi Rentang \u0394S<\/a><\/li><li><a href=\"#check-2-rail-straightness-in-horizontal-plane-full-length-b\">Pemeriksaan 2 \u2014 Kelurusan Rel pada Bidang Horizontal (Sepanjang Penuh) B<\/a><\/li><li><a href=\"#check-3-rail-straightness-in-horizontal-plane-2000-mm-sample-b\">Periksa 3 \u2014 Kelurusan Rel pada Bidang Horizontal (Sampel 2000 mm) b<\/a><\/li><li><a href=\"#check-4-rail-straightness-in-vertical-plane-full-length-c\">Periksa 4 \u2014 Kelurusan Rel pada Bidang Vertikal (Sepanjang Penuh) C<\/a><\/li><li><a href=\"#check-5-rail-straightness-in-vertical-plane-2000-mm-sample-c\">Pemeriksaan 5 \u2014 Kelurusan Rel pada Bidang Vertikal (Sampel 2000 mm) c<\/a><\/li><li><a href=\"#check-6-height-difference-between-opposite-rails-e\">Periksa 6 \u2014 Perbedaan Tinggi Antara Rel yang Berlawanan E<\/a><\/li><li><a href=\"#check-7-end-stop-buffer-parallelism-f\">Periksa 7 \u2014 Penghenti Akhir \/ Paralelisme Buffer F<\/a><\/li><li><a href=\"#check-8-rail-joint-gap\">Periksa 8 \u2014 Celah Sambungan Rel<\/a><\/li><li><a href=\"#check-9-rail-inclination-g\">Periksa 9 \u2014 Kemiringan Rel G<\/a><\/li><li><a href=\"#check-10-rail-centre-vs-web-centre-deviation-k\">Periksa 10 \u2014 Deviasi Pusat Rel vs. Pusat Web K<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#recommended-overhead-crane-rail-inspection-workflow\">Alur Kerja Inspeksi Rel Derek Atas yang Direkomendasikan<\/a><\/li><li><a href=\"#consequences-of-out-of-tolerance-conditions\">Konsekuensi dari Kondisi di Luar Batas Toleransi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n<p>Rel lintasan derek gantung merupakan komponen yang paling tidak toleran dalam keseluruhan sistem pengangkatan. Kesalahan bentang 5 mm sepanjang 20 meter menciptakan beban samping siklik pada kereta ujung yang tidak dapat diperbaiki dengan pelumasan flensa roda. Baik Anda seorang pengawas lapangan yang memverifikasi pekerjaan kontraktor sipil, pemasang derek yang mempersiapkan pemasangan, atau teknisi perawatan yang melakukan inspeksi berkala, 10 pemeriksaan toleransi ini adalah hal yang perlu diperhatikan. <a href=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/posts\/a-comprehensive-guide-to-selecting-the-right-crane-rail-standard-for-your-application\/\">standar rel derek<\/a> sebenarnya membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Panduan ini didasarkan pada GB\/T 10183.1-2018, yang identik dengan (IDT) ISO 12488-1:2012. Standar ini terakhir ditinjau pada 2025-07-01 tanpa pembaruan. Jika proyek Anda menentukan toleransi ISO, nilai-nilai dalam panduan ini berlaku secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"which-standard-applies-to-overhead-crane-rail-installation-tolerances\">Standar Mana yang Berlaku untuk Toleransi Pemasangan Rel Derek Atas?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Jenis Derek<\/th><th>Standar yang Berlaku<\/th><th>Referensi Toleransi<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Derek jembatan (umum)<\/td><td>GB\/T 10183.1-2018<\/td><td>Tabel 2, Kelas 2<\/td><\/tr><tr><td>Derek jembatan (kecepatan perjalanan \u2265 112 m\/menit)<\/td><td>GB\/T 10183.1-2018<\/td><td>Tabel 2, Kelas 1<\/td><\/tr><tr><td>Derek gantry (umum)<\/td><td>GB\/T 10183.1-2018<\/td><td>Tabel 2, Kelas 2<\/td><\/tr><tr><td>Derek gantry pembuatan kapal<\/td><td>GB\/T 10183.1-2018<\/td><td>Tabel 2, Kelas 2 + Tabel 6 (toleransi sambungan)<\/td><\/tr><tr><td>Derek balok tunggal \/ derek gantung<\/td><td>GB\/T 10183.1-2018<\/td><td>Sesuai standar<\/td><\/tr><tr><td>Pekerja bongkar muat kapal<\/td><td>GB\/T 10183.1-2018<\/td><td>Tabel 2, 6, 7 \u2014 Kelas 2<\/td><\/tr><tr><td>Derek lengan<\/td><td>GB\/T 10183.4-2010<\/td><td>Toleransi terpisah<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tabel Perbandingan Standar Derek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Standar untuk sebagian besar derek jembatan dan derek gantry: Toleransi Grade 2 sesuai Tabel 2.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"overhead-crane-rail-installation-tolerances-grade-determination\">Penentuan Tingkat Toleransi Pemasangan Rel Derek Atas<\/h2>\n\n\n\n<p>Toleransi pemasangan rel derek overhead ditetapkan terutama berdasarkan total jarak tempuh selama masa pakai derek. Namun, sensitivitas sistem \u2014 tingkat reaksi sistem derek terhadap beban yang dihasilkan oleh penyimpangan toleransi \u2014 mungkin memerlukan peningkatan satu tingkat. Sistem dengan sensitivitas tinggi meliputi derek bentang panjang dengan jarak sumbu roda ujung minimal, atau derek yang menangani beban yang diposisikan secara presisi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1749\" height=\"899\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11839\" srcset=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png 1749w, https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances-1536x790.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1749px) 100vw, 1749px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Tingkat Toleransi<\/th><th>Aplikasi Khas<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kelas 1<\/td><td>Derek berkecepatan tinggi (\u2265112 m\/menit), pen positioning presisi, masa pakai yang lama<\/td><\/tr><tr><td>Kelas 2<\/td><td>Derek jembatan dan derek gantry standar (paling umum)<\/td><\/tr><tr><td>Kelas 3<\/td><td>Derek berkecepatan rendah dan pemanfaatan rendah<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tabel Aplikasi Tingkat Toleransi Pemasangan Rel Derek Atas<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"the-10-tolerance-checks-grade-2\">10 Pemeriksaan Toleransi (Kelas 2)<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-1-span-tolerance-\u03b4s\">Periksa 1 \u2014 Toleransi Rentang \u0394S<\/h3>\n\n\n\n<p>Jarak antara pusat rel di titik mana pun di sepanjang landasan pacu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Rentang (S)<\/th><th>Toleransi Kelas 2<\/th><th>Toleransi Kelas 1<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>S \u2264 16 m<\/td><td>\u0394S = \u00b15 mm<\/td><td>\u0394S = \u00b13 mm<\/td><\/tr><tr><td>S &gt; 16 m<\/td><td>\u0394S = \u00b1[5 + 0,25 \u00d7 (S \u2212 16)] mm, maks \u00b115 mm<\/td><td>maks \u00b110 mm<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tabel Perbandingan Toleransi Rentang<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"901\" height=\"372\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11840\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Derek bentang 28 m: \u0394S = \u00b1[5 + 0,25 \u00d7 (28 \u2212 16)] = \u00b1[5 + 0,25 \u00d7 12] = <strong>\u00b18 mm<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-2-rail-straightness-in-horizontal-plane-full-length-b\">Pemeriksaan 2 \u2014 Kelurusan Rel pada Bidang Horizontal (Sepanjang Penuh) B<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>B = \u00b110 mm<\/strong> di titik mana pun sepanjang jalur rel tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah deviasi horizontal garis tengah kepala rel dari garis tengah teoritis. Pengukuran dilakukan dari garis referensi kawat tegang pada ketinggian kepala rel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-3-rail-straightness-in-horizontal-plane-2000-mm-sample-b\">Periksa 3 \u2014 Kelurusan Rel pada Bidang Horizontal (Sampel 2000 mm) b<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>b = 1 mm<\/strong> pada setiap panjang sampel 2000 mm.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini mendeteksi masalah lokal\u2014jenis masalah yang menyebabkan satu roda tiba-tiba bergeser ke samping. Penggaris lurus 2000 mm dan alat ukur celah memberikan pemeriksaan lapangan yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"327\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/3Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11841\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-4-rail-straightness-in-vertical-plane-full-length-c\">Periksa 4 \u2014 Kelurusan Rel pada Bidang Vertikal (Sepanjang Penuh) C<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>C = \u00b110 mm<\/strong> di titik mana pun sepanjang jalur rel tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah deviasi vertikal kepala rel dari garis elevasi teoritis. Gunakan alat ukur ketinggian atau pelacak laser untuk landasan pacu yang panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-5-rail-straightness-in-vertical-plane-2000-mm-sample-c\">Pemeriksaan 5 \u2014 Kelurusan Rel pada Bidang Vertikal (Sampel 2000 mm) c<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>c = 2 mm<\/strong> pada setiap panjang sampel 2000 mm.<\/p>\n\n\n\n<p>Lekukan atau tonjolan lokal \u2014 jenis yang Anda rasakan ketika derek melintasi sambungan rel yang amblas. Penggaris lurus presisi dan pengukur kedalaman sudah cukup untuk pemeriksaan ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"897\" height=\"269\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/4Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11842\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-6-height-difference-between-opposite-rails-e\">Periksa 6 \u2014 Perbedaan Tinggi Antara Rel yang Berlawanan E<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>E = \u00b11,0 \u00d7 S mm<\/strong>, di mana S adalah bentang dalam meter, <strong>maks \u00b110 mm<\/strong>(Kelas 1: E = \u00b10,5 \u00d7 S mm, maks \u00b15 mm.)**<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"884\" height=\"339\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/5Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11843\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Bentang 20 m \u2192 E = \u00b11,0 \u00d7 20 = \u00b120 mm, dibatasi pada <strong>\u00b110 mm<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah pengukuran ketinggian melintang. Perbedaan ketinggian antar rel akan memiringkan seluruh derek dan menciptakan komponen gaya lateral dari beban yang diangkat. Ini adalah salah satu pemeriksaan yang paling sering diabaikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-7-end-stop-buffer-parallelism-f\">Periksa 7 \u2014 Penghenti Akhir \/ Paralelisme Buffer F<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>F = \u00b11,0 \u00d7 S mm<\/strong>, di mana S adalah bentang dalam meter, <strong>maks \u00b110 mm<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"889\" height=\"331\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/6Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11844\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kedua penahan ujung harus sejajar satu sama lain dan tegak lurus terhadap sumbu memanjang rel. Jika tidak, satu sisi derek akan membentur sebelum sisi lainnya, memusatkan gaya benturan pada satu kereta ujung alih-alih membaginya ke kedua sisi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-8-rail-joint-gap\">Periksa 8 \u2014 Celah Sambungan Rel<\/h3>\n\n\n\n<p>Celah pada sambungan rel harus mengakomodasi pemuaian termal. Untuk sambungan las (lebih disukai untuk landasan pacu panjang dan derek gantry pembuatan kapal), sambungan harus dihaluskan setelah pengelasan. Tabel 6 dari GB\/T 10183.1 memberikan toleransi konstruksi sambungan spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan perbedaan ketinggian vertikal sebesar 0,5 mm pada sambungan rel akan menyebabkan benturan yang terdengar dan mempercepat keausan roda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-9-rail-inclination-g\">Periksa 9 \u2014 Kemiringan Rel G<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>G = 6\u2030<\/strong> (6 per seribu).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"840\" height=\"294\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/7Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11845\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Beberapa profil rel (seperti seri QU) memiliki permukaan kontak yang miring. Toleransi kemiringan harus diverifikasi terhadap profil tapak roda untuk memastikan geometri kontak yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"check-10-rail-centre-vs-web-centre-deviation-k\">Periksa 10 \u2014 Deviasi Pusat Rel vs. Pusat Web K<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>K = \u00b10,5 \u00d7 t<em>menit<\/em><\/strong><em>, di mana t<\/em>min adalah ketebalan web minimum dalam mm.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"863\" height=\"346\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/8Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11846\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"899\" height=\"356\" src=\"https:\/\/www.kscranegroup.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/9Overhead-Crane-Rail-Installation-Tolerances.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11847\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"recommended-overhead-crane-rail-inspection-workflow\">Alur Kerja Inspeksi Rel Derek Atas yang Direkomendasikan<\/h2>\n\n\n\n<p>Saat berada di lokasi untuk penerimaan rel derek gantung, ikuti urutan berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><strong>Periksa rentang terlebih dahulu<\/strong> \u2014 Jika rentang landasan pacu tidak tepat, hal lainnya menjadi tidak relevan. Gunakan alat pengukur jarak laser yang telah dikalibrasi dengan interval 2\u20133 meter di sepanjang landasan pacu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lintas level (E) kedua<\/strong> \u2014 Sebuah alat pengukur laser putar atau alat pengukur optik. Tandai satu rel sebagai elevasi referensi dan ukur rel lainnya relatif terhadapnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kelurusan horizontal (B, b)<\/strong> \u2014 Kawat piano dikencangkan pada ketinggian kepala rel, ukur offset dengan penggaris baja.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kelurusan vertikal (C, c)<\/strong> \u2014 Alat pengukur ketinggian atau pelacak laser. Untuk pengecekan lokal 2000 mm, penggaris lurus presisi sudah cukup.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Inspeksi bersama<\/strong> \u2014 Setiap sambungan. Periksa apakah ada perbedaan ketinggian dan celah vertikal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemberhenti ujung (F)<\/strong> \u2014 Periksa apakah kedua sisi tegak lurus terhadap sumbu rel. Kedua sisi harus bersentuhan secara bersamaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dokumentasikan semuanya<\/strong> \u2014 Fotolah setiap pengukuran dengan alat ukur yang menunjukkan angkanya. Ini bukan birokrasi; ini adalah pembelaan Anda ketika seseorang kemudian mengklaim bahwa rel dipasang dengan benar dan dereknya pasti rusak.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"consequences-of-out-of-tolerance-conditions\">Konsekuensi dari Kondisi di Luar Batas Toleransi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Kondisi di Luar Toleransi<\/th><th>Gejala<\/th><th>Konsekuensi<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Rentang terlalu lebar\/sempit<\/td><td>Flensa roda terus menerus bergesekan dengan salah satu rel.<\/td><td>Keausan flensa yang dipercepat, peningkatan hambatan pergerakan.<\/td><\/tr><tr><td>Tekukan horizontal (b terlampaui)<\/td><td>Penggosokan lokal, suara derit terdengar<\/td><td>Bagian roda yang rata, pengelupasan pada kepala rel.<\/td><\/tr><tr><td>Kesalahan lintas level (E terlampaui)<\/td><td>Derek bergeser ke sisi rendah saat rem dilepas.<\/td><td>Beban roda yang tidak merata, kecenderungan miring<\/td><\/tr><tr><td>Jarak antar sambungan &gt; 0,5 mm<\/td><td>Suara benturan terdengar di setiap sambungan.<\/td><td>Kelelahan bantalan roda, getaran struktural<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tabel Perbandingan Konsekuensi Kondisi di Luar Batas Toleransi<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Standar yang Dirujuk (<a href=\"https:\/\/openstd.samr.gov.cn\/bzgk\/std\/std_list?p.p1=0&amp;p.p90=circulation_date&amp;p.p91=desc&amp;p.p2=%E8%B5%B7%E9%87%8D%E6%9C%BA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pertanyaan tentang Standar Derek Cina<\/a>):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>GB\/T 10183.1-2018 \u2014 Derek \u2014 Toleransi untuk roda dan rel perjalanan \u2014 Bagian 1: Umum (IDT ISO 12488-1:2012)<\/li>\n\n\n\n<li>ISO 12488-1:2012 \u2014 Derek \u2014 Toleransi untuk roda dan jalur pergerakan dan lintasan \u2014 Bagian 1: Umum<\/li>\n\n\n\n<li>GB\/T 14405-2011 \u2014 Derek jembatan umum (menentukan toleransi rel Kelas 2)<\/li>\n\n\n\n<li>GB\/T 14406-2011 \u2014 Derek gantry umum (menentukan toleransi rel Kelas 2)<\/li>\n\n\n\n<li>GB\/T 27997-2011 \u2014 Derek gantry pembuatan kapal (Kelas 2 + sambungan las lebih disukai)<\/li>\n\n\n\n<li>GB\/T 26475-2021 \u2014 Alat bongkar muat kapal pengangkut<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"An overhead crane runway rail is the most unforgiving component in the entire lifting system. A 5 mm span error across 20 metres creates a cyclic side load on the end carriages that no amount of wheel","protected":false},"featured_media":11866,"parent":0,"menu_order":0,"template":"single-SEO-Table.php","posts_category":[189],"posts_tag":[801,793,799,798,121,802,797,800,803],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/11848"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/posts"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/11848\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11867,"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/xmxposts\/11848\/revisions\/11867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"posts_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts_category?post=11848"},{"taxonomy":"posts_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kscranegroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts_tag?post=11848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}